Powered By Blogger

Rabu, 13 Februari 2013

Aku baru tau kau memiliki kemampuan. Kemampuan membuat mata wanita menjadi bengkak karena terlalu lama menangisi sesuatu yang sempat kausebut dengan mudah, dan kau lupakan dengan mudah.

Kedatanganmu begitu sempurna, kau membawa bekal yang katanya itu cinta, menghampiriku dengan janji-janji bisu yang terlihat kau akan tepati, lalu kita mencoba untuk bersama.

Beberapa bulan yang lalu kau menuntutku dan memaksa ku untuk menjadi yang kau mau, aku tidak bisa, dan kau muak denganku. Lalu kau tinggalkan aku, kau bawa aku dalam sebuah derita yang mungkin tidak kau rasakan. Kau melupakan seseorang yang selalu berada di sampingmu, kau melupan seseorang yang menjadi pelampiasaan amarahmu, dan kau sakiti hatinya ketika hatimu lelah, kau melupakanmu yang selalu menyempatkan waktunya hanya untuk memastikan keadaanmu. Kau melupakan yang berusaha mempertahankanmu.

Sebenarnya kau anggap aku apa? Sesekali kau mengemis, sesekali kau menyakiti ku, seringkali kau baik, seringkali kau picik. Aku seperti benda mati yang bisa kausakiti sesuka hatimu. Aku seperti robot yang kapan saja kau bodohi.

Kali ini aku sadar, bahwa usaha 'bertahan' yang kulakukan hanya kau anggap 'sampah'. Usahaku yang kulakukan hanya kauanggap seperti sesuatu yang tak pantas untuk dihargai. Kau berubah menjadi manusia yang tak pernah kuketahui.

Aku sadar kau lebih memilih keegoisanmu dibandingkan kebahagianku. Aku sadar aku semakin lama aku semakin yakin aku tidak mampu lagi mengikutimu dan aku tidak mampu lagi menjadi sosok tegar yang mengokohkan setiap lagkahmu.